[CERPEN] ELANG HUTAN RINGINPADI
Kalau dilihat-lihat, hutan ini sama saja dengan hutan-hutan lainnya. Penuh pohon, tanaman, dan segala jenis hewan yang bertahan hidup. Konon, ada seekor harimau yang betah berkeliaran di sekitar sini. Hanya di hutan ini saja, tanpa pernah pergi ke kedatuan yang hanya berjarak sepadang rumput itu. Kedatuan Hutan Ringinpadi, seperti nama hutan itu juga.
Di padang rumput itulah, penduduk Kedatuan Hutan Ringinpadi menggembalakan kerbau, sapi, dan segala ternak yang mereka punya. Di sisinya, ada aliran kecil air, bening dan segar. Semakin dekat ke arah hutan, semakin tinggi tanaman yang ditemui. Kesemuanya berbunga warna-warni. Dari bunga rumput putih, bunga krisan mini warna kuning, hingga bunga mawar dan matahari. Hingga pada akhirnya, di gerbang hutan, pohon-pohon besar menyambut. Begitu kokoh, bagaikan dinding benteng dengan ribuan penjaga. Semua yang datang bertandang bisa merasakan sejuknya, bahkan sebelum memijakkan kaki lebih dalam.
Demikianlah, menurut legenda, Hutan Ringinpadi ini begitu berlimpah. Semakin lurus niat dengan kata dan laku -apa-apa pun itu- semakin bermurah hati hutan ini bagai turut mengantar, semerta menyambut. Sebaliknya, hutan ini pun dapat begitu sulit dimasuki, membuat orang hanya berputar-putar di luarnya saja. Konon juga, itulah sebab harimau itu tak pernah keluar hutan. Ia ditempatkan Shang Mahaina Ratu Simpulaut, bunda moyang Kaum Ringinpadi, untuk menjaga hutan ini demi semua keturunannya. [Selanjutnya: http://www.esastera.com/komuniti/message2.asp?c=24&ID=2511 ]
|